Login

Lupa password?

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 20 pada Tue Oct 13, 2009 6:57 pm
Latest topics
» Ragnarok: Believe Visual Novel
by Prasas Tue Dec 01, 2015 11:44 pm

» In Reality Visual Novel
by Prasas Tue Dec 01, 2015 11:42 pm

» Absensi [sehari sekali]
by suzaku_kurosaki Sat Sep 29, 2012 7:29 pm

» OL sambil?
by Mac Mon Apr 30, 2012 8:25 am

» Salam Kenal!
by Sakura Blossom Wed Apr 25, 2012 5:58 pm

» Now playing
by Nanase Sumeragi Tue Jan 31, 2012 5:58 pm

» Visual Novel Engines
by Sakura Blossom Wed Dec 07, 2011 6:46 pm

» Halo.....!
by suu_shirakawa Thu Sep 08, 2011 8:59 pm

» Zona Anti Bohong!
by Nanase Sumeragi Mon Aug 29, 2011 7:51 am

» Lagi sibuk apa?
by Voidy Tue Aug 23, 2011 10:07 am

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


[omake] Leroy - Sophie

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

[omake] Leroy - Sophie

Post by lumiere on Thu May 07, 2009 5:16 pm

Unggghh... Ikutan bikin omake...~
Ini topiknya diapake berdua... (sm Leroy n Sophie) -Peliiittt, kok 1 sama bdua??? *dijitak-
Ada omake gabungan, dan ada side story masing-masing tokoh...
Silakan dibaca dan di hujat komentari...


=====================================================================================
Omake part 1



Fleur



Siang yang terik, seperti biasa. Seperti biasa pula, aku mengikuti Nona-ku berkeliling. Dia memang tidak pernah bisa diam. Pengecualiannya adalah saat dia tidur. Dan itu bisa kapan saja… aku harus hati-hati.

“Haaa…” Nona berhenti dihadapan sebuah reruntuhan besar. “Ini dimana…?”

Pertanyaan itu lagi. Aku menghela nafas dan terbang lebih tinggi, memperhatikan sekeliling sesaat. Oh, itu dia jalan pulangnya.

“Uhu, uhu…” Aku menarik jubah seragam yang dipakai Nona. Lebih baik ia pulang sekarang. Kami sudah cukup jauh berjalan-jalan. Tuan Kazune sudah memperingatkan agar tidak pergi terlalu jauh. Berbahaya, katanya.

Nona, seperti biasa, tidak mengacuhkannya. Untung saja Nona punya aku… aku tidak tahu bagaimana jadinya jika tidak ada aku. Sempat terlintas dipikiran, bagamana Nona bertahan selama ini, sebelum bertemu denganku yang bisa mengawasinya dan menariknya menjauh dari bahaya, tapi sayang, aku tidak mungkin bertanya pada Nona.

Nona menurutiku, ia berjalan ke arah yang kutunjukkan. Ia berjalan tersaruk-saruk. Tampaknya sebentar lagi ia akan tumbang. Aku mengawasinya lebih tajam. Tiba-tiba langkah Nona terhenti.

“Nah, kan…” Pikirku. Tapi ternyata aku salah. Nona menunjuk sebuah bangunan tinggi, tampaknya sebuah menara terlantar. Tidak setinggi Tokyo Tower, tapi cukup untuk menggoda Nona naik dan melamun disana. Aku menyerah dan mengikutinya ke arah tower itu.

Nona terdiam di hadapan tower itu, ia mengeluarkan bukunya.

‘Lic lac Rastel mar ma scir mar Purpalum der Schwarze Liste’
‘Hochspung’

Nona mengambil ancang-ancang dan melompat ke puncak menara itu. Lagi-lagi ia menggunakan bukunya untuk hal yang tidak penting.

‘Hup’

Hanya dengan dua lompatan, Nona sudah sampai di tengah-tengah menara itu. Ia lalu mencari tempat duduk yang nyaman di antara besi-besi tower. Ini pasti akan lama. Aku menghela nafas dan hinggap di samping Nona. Nona menatap langit di hadapannya. Tatapan yang kosong.

Aku memperhatikannya untuk beberapa saat. Terkadang ini membuatku bertanya-tanya, kenapa gadis kecil seperti Nona hidup sebatang kara? Kemana orangtua-nya? Kutatap lagi wajahnya. Tatapanya masih sama. Kosong seperti boneka.. aku sering memperhatikannya seperti ini. Apa yang sedang dipikirkannya?

Nona sangat jarang menunjukkan emosinya. Ekspresinya sering sekali seperti itu. Datar, kosong, tak terbaca. Apa ia sedang senang? Kenapa ia tidak tersenyum? Apa ia sedang sedih? Tapi ia tidak menangis, atau bahkan tampak murung…

Sayangnya aku tidak pernah bisa bertanya kepadanya. Yang bisa kulakukan hanyalah mengawasinya dan berusaha menjaganya dengan segala keterbatasanku.

Aku terdiam, menunduk. Angin berhembus pelan. Aku melihat ke arah Nona. Ia sudah tertidur. Kepalanya bersandar ke salah satu batang besi dan kedua tangannya memeluk Noir, boneka beruang putihnya. Angin berhembus semakin keras. Jubah Nona tertarik oleh angin. Keseimbangannya mulai goyah. Ia akan jatuh.

Aku terpekik. Baru kuingat, jika keadaan seperti ini biasanya ada orang lain disekitar bangunan. Tapi sekarang? Hanya ada kami berdua –ditambah Noir tentunya- Tapi apa yang bisa Noir dan aku lakukan? Aku terbang disekitar Nona, panik, berusaha membangunkannya, tapi aku takut akan menyenggolnya, jika jatuh dan langsung menghantam tanah dari ketinggian seperti ini, Nona akan terluka parah. Alhasil aku hanya bisa memekik-mekik.

Oh hebat. Nona tentu saja tidak bisa mendengarnya. Angin keras bertiup kembali. Tidak ada yang bisa kulakukan. Nona terjatuh.

‘Bruk…!’

”Aduh..”

Aku mendengar suara mengaduh. Tapi bukan suara sopran Nona yang kudengar. Tapi suara tenor seorang pria. Aku mencoba melihat kebawah sana.

Disana ada seorang pria, tersembunyi di antara reruntuhan dan puing-puing bangunan, berambut coklat tua dan menggenakan jubah yang sama dengan yang dikenakan oleh Tuan Kazune dan Nona. Yang membuatku sangat lega adalah ketika melihat Nona mendarat dengan selamat dengan menggunakan pria itu sebagai landasannya.

‘Pria tidak dikenal’ pikirku. Aku langsung menukik dan menyerang pria itu, berusaha menjauhkannya dari Nona.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Leroy


Hari yang begitu cerah membuat Leroy mengantuk. Ia tidak terbiasa dengan sinar matahari yang begitu terik dan begitu menyengat.

"Aku berani bertaruh para petinggi dari Municipal Building juga mengantuk.." ujarnya sambil menguap lebar. "Tidak seru kalau aku menyusup saat mereka lengah.. Hhh... Assassin macam apa aku ini.." Lanjutnya dengan sama sekali tidak menyesali pekerjaannya sebagai ninja yang malas.

Leroy pun beranjak dari atap suatu bangunan yang sudah tua kelihatannya, keadaan kota pada saat itu sangat sepi sekalipun itu pasar. Dengan beberapa lompatan ringan, Leroy sampai ke coklatnya tanah dan teduhnya reruntuhan. Ia pun mencari tempat yang terhalang sinar matahari dan tidak jauh dari situ, di kaki sebuah tower terlantar terdapat sebuah rongga yang terbentuk dari puing-puing.

Setelah mengamati beberapa saat tempat yang menurutnya pas untuk dijadikan tempat beristirahat itu Leroy pun sudah merasa nyaman walaupun ia belum membuat dirinya nyaman. Setelah melakukan pemeriksaan yang terakhir untuk memastikan tidak akan ada orang yang bakal mengganggu tidurnya, Leroy memutar jubahnya ke depan supaya dapat berfungsi ganda sebagai selimut dan langsung saja merebahkan dirinya tepat di rongga puing-puing itu. "Oyasumi nasai..." ujarnya pada diri sendiri dan langsung tertidur tidak lebih dari 5 menit.

Tapi tidak lebih dari 5 menit itu sudah cukup membuat Leroy tertidur telungkup dengan suatu beban misterius di atasnya. Sebuah atau sesuatu menimpa Leroy dari atas menara. Dengan reflex Leroy merayap untuk membebaskan diri hanya untuk mendapati dirinya telah ditimpa oleh seorang gadis kecil.

“Aduh…”

Gadis kecil itu tampak tidak sadar ia telah terjatuh dari atas menara tersebut; Ia hanya beranjak dari tempat ia menimpa Leroy. Tangan kanannya mengucek-ngucek matanya yang berbeda warna sementara tangan kirinya memeluk boneka beruang berwarna putih salju. Leroy tetap terdiam mengamati gadis misterius itu, ia tidak yakin apakah harus menganggap yang barusan itu adalah serangan atau apa. Tapi gadis kecil itu tampak sangat polos, ia bahkan tidak menyadari ia telah jatuh dan menimpa dirinya.

Tidak lama kemudian, seekor burung hantu menukik dari atas dan berusaha menghalau Leroy menjauh dari gadis itu.

"Ouchh.. Apaan sih ini? Sudah ditimpa oleh seorang gadis kecil, diserang oleh burung hantu pula!" ujar Leroy jengkel.

Gadis kecil itu sudah dari tadi mengamati Leroy dan lalu dengan menyiul kecil, ia memanggil kembali burung hantu itu. "Fleur, kenapa kamu menyerang lelaki itu?" ujarnya dengan suara yang merdu. Fleur, sang burung hantu yang tadi menyerangnya pun ber-uhu uhu (atau mungkin maksudnya menjelaskan) kepada si gadis kecil. Ekspresi gadis kecil itu tidak berubah saat penjelasan burung hantu itu selesai namun ia kelihatannya cukup jengkel.

"Hei, kamu! Berani-beraninya kamu menarik aku jatuh dari menara dan berusaha menyerangku?" tiba-tiba gadis kecil itu menyentak Leroy.

Leroy menghela nafas dengan kepala tertunduk. "Begini saja, apa aku terlihat seperti seseorang yang bakal menyerang anak kecil sepertimu?" ujarnya sambil berdiri tegak.

Gadis kecil itu berbalik dan sepertinya sedang berdiskusi dengan burung hantunya yang bernama Fleur, lalu berbalik kembali dan dengan polosnya berkata

"Iya."

Leroy tidak berkata apa-apa, ia hanya mengeluarkan sebuah cermin kecil seukuran telapak tangannya dan melihat wajahnya sendiri.

"Tidak ada yang aneh denganku." ujarnya pada diri sendiri.
"Hey, gadis aneh, Begini-"

"Namaku Sophie, bukan gadis aneh.." potong gadis yang bernama Sophie itu.

"Yah, terserah apapun namamu Sophie si gadis aneh, tempat kamu berdiri sekarang itu dimana aku sedang tertidur pulas dan sebelum aku bisa mengunyah donut dalam mimpiku, tiba-tiba saja kamu melompat dari atas, atau jatuh, aku tidak peduli, menimpaku dan burung hantumu itu menyerangku!" Leroy mencoba menjelaskannya kepada gadis itu.

"Sophia Neveau, itu nama lengkapku! Bukan Sophie si gadis aneh!" Sophie mencoba membetulkan namanya lagi lalu berbalik dan bertanya kepada Fleur. Fleur tampak tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sepertinya tadi ia sudah menjelaskan persis seperti yang diceritakan Pria berambut coklat tua itu, tapi tampaknya Sophie salah mengerti.

Sophie dan Leroy bertatapan selama beberapa menit tanpa berkata apapun.
Akhirnya Sophie menghela nafas dan mendekat kepada Leroy. Leroy langsung melangkah mundur. Ini reaksi refleksnya jika didekati oleh perempuan, hasil dari trauma pada masa kecilnya.

"Baiklah, sepertinya kamu berkata dengan jujur, pria-dengan-pakaian-yang-mencurigakan." ujar Sophie dengan senyum tipis. Tidak memperhatikan fakta bahwa Pria itu baru saja mundur seakan ia singa yang siap menerkam.


"Namaku Leroy! Bukan pria-dengan-pakaian-yang-mencurigakan! Lagian apa yang salah dengan pakaianku ini? Dengan pakaian seperti ini aku bisa tidur dimanapun dengan nyaman!" balas Leroy sambil membalikkan jubahnya yang berfungsi ganda sebagai selimut.

Sophie mengedikkan kepalanya. “Benarkah? Dengan pakaian seperti itu? Dimana saja?” Ia tampak cukup tertarik.

"Tempat yang tidak terlihat oleh orang lain. Misalnya- " Leroy menjelaskan panjang lebar. Sophie tampak tekun mendengarkan, ia mengangguk dan mengiyakan. Leroy terus menjelaskan, tanpa menyadari Sophie sudah tertidur lelap. Setelah lama tidak mendengar gumam Sophie, Leroy akhirnya sadar juga bahwa pendengarnya itu sudah pergi ke alam mimpi.

“Dasar gadis aneh…” Leroy menggumam. “Huuuaaammm…!” Ia menguap lebar. “Ah, sudahlah…” Leroy bersingut menjauhi Sophie lalu bergulung, melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda tadi.


-continued
...

P.S. Bagian Fleur aku yg nulis... Bagian Leroy sama Fay... -uda jelas ga usah dibilangin lagi kali ya?- *dirajam

_________________


-- Siggy by : Anak forum orang.
N.B. Pinjem ya...
-plak-
avatar
lumiere

Female
Jumlah posting : 876
Age : 24
Lokasi : Isle Esme
Registration date : 03.04.09

Character Info
Character Name: Sophia L. Neveau
Job: Spiritual Ability
Status Poin: Str 3, Vit 4, Agi 6, Dex 6, Int 14

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by tamachama on Thu May 07, 2009 5:30 pm

Waw~ keren!

Saya ga tau mau ngomen apa, tapi pas saya baca omake ini..kesannya...romance bgt!! Ini cerita berdua ya? Good!

Trus mereka tidur berdua gt ya? Romantis!!!

Saya tunggu apdetannya! ^^v

(waw~ jdi pengen bikin omake brg himetachi)
avatar
tamachama

Female
Jumlah posting : 1678
Age : 24
Lokasi : The World of Nobody
Registration date : 31.03.09

Character Info
Character Name: Kiyokazu Tamaki
Job: Sword Master
Status Poin: STR-12, VIT-6, DEX-14, AGI-3, INT-2

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by lumiere on Thu May 07, 2009 5:32 pm

Ehmm... Makasiiiii...


Enggg... Masih awal... ^^;
-sebenernya mereka gak langsung deket...-
Tapiiii.... nnt jadi spoiler...! =P
baca aj trusannya ya... ^^

_________________


-- Siggy by : Anak forum orang.
N.B. Pinjem ya...
-plak-
avatar
lumiere

Female
Jumlah posting : 876
Age : 24
Lokasi : Isle Esme
Registration date : 03.04.09

Character Info
Character Name: Sophia L. Neveau
Job: Spiritual Ability
Status Poin: Str 3, Vit 4, Agi 6, Dex 6, Int 14

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by Sheizan on Thu May 07, 2009 7:37 pm

nyah
pasangan yang sempurna itu pasti ada berantemnya dulu~

_________________

----------------------
New siggy project: Melty Blood Actress Again.
avatar
Sheizan

Male
Jumlah posting : 2604
Age : 24
Lokasi : Infineon Raceway
Registration date : 19.03.09

Character Info
Character Name: Allan von Gauntwald
Job: Sword Master
Status Poin: Status Poin: STR :8 DEX :6 VIT :7 AGI :10 INT :1

Lihat profil user http://sheizan.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by Verin Ichihara on Thu May 07, 2009 9:08 pm

kyaaaa~ ceritanya imut juga...ehehe...

aku suka sama fleur!! ahaha (sungguh tanggapan yang tidak tepat)

kebayang deh sekarang...dikit-dikit sih...

lanjutkan!! ^o^
avatar
Verin Ichihara

Female
Jumlah posting : 1340
Registration date : 17.03.09

Character Info
Character Name: Rienne Himiko
Job: witch
Status Poin: 7 | 8 | 5 | 4 | 8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by nay_lemlengket on Thu May 07, 2009 10:26 pm

romanticc , kawaii >__<

lanjutkan lanjutkan (ala pa syahidin)
avatar
nay_lemlengket

Female
Jumlah posting : 97
Age : 23
Lokasi : Bandung the city of kembang7rupa
Registration date : 29.04.09

Character Info
Character Name: Kaorin Nagari
Job: Spirit Archer
Status Poin: STR:9(-2)=7 VIT:8(-2)=6 AGI:3(+4)=7 DEX:2(+5)=7 INT:3(+2)=5

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by lumiere on Fri May 08, 2009 12:33 pm

@^: Engg... Anda membangkitkan trauma saya... <_<

Part 2 dalam proses... >.<

_________________


-- Siggy by : Anak forum orang.
N.B. Pinjem ya...
-plak-
avatar
lumiere

Female
Jumlah posting : 876
Age : 24
Lokasi : Isle Esme
Registration date : 03.04.09

Character Info
Character Name: Sophia L. Neveau
Job: Spiritual Ability
Status Poin: Str 3, Vit 4, Agi 6, Dex 6, Int 14

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by nay_lemlengket on Fri May 08, 2009 7:21 pm

trauma pa syahidin kah ??

semua juga cepat, lambat atau sudah mengalami trauma dgn pasya

hmm.hmm

sabarr sabarr

wkwkwkkwk
avatar
nay_lemlengket

Female
Jumlah posting : 97
Age : 23
Lokasi : Bandung the city of kembang7rupa
Registration date : 29.04.09

Character Info
Character Name: Kaorin Nagari
Job: Spirit Archer
Status Poin: STR:9(-2)=7 VIT:8(-2)=6 AGI:3(+4)=7 DEX:2(+5)=7 INT:3(+2)=5

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: [omake] Leroy - Sophie

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik