Login

Lupa password?

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 20 pada Tue Oct 13, 2009 6:57 pm
Latest topics
» Ragnarok: Believe Visual Novel
by Prasas Tue Dec 01, 2015 11:44 pm

» In Reality Visual Novel
by Prasas Tue Dec 01, 2015 11:42 pm

» Absensi [sehari sekali]
by suzaku_kurosaki Sat Sep 29, 2012 7:29 pm

» OL sambil?
by Mac Mon Apr 30, 2012 8:25 am

» Salam Kenal!
by Sakura Blossom Wed Apr 25, 2012 5:58 pm

» Now playing
by Nanase Sumeragi Tue Jan 31, 2012 5:58 pm

» Visual Novel Engines
by Sakura Blossom Wed Dec 07, 2011 6:46 pm

» Halo.....!
by suu_shirakawa Thu Sep 08, 2011 8:59 pm

» Zona Anti Bohong!
by Nanase Sumeragi Mon Aug 29, 2011 7:51 am

» Lagi sibuk apa?
by Voidy Tue Aug 23, 2011 10:07 am

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


Kamaitachi Ren Side Story

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Sun Sep 20, 2009 10:03 pm

OMAKE
Kamaitachi Ren

Part 1: The Terrifying Past

Kisah ini menceritakan masa lalu Ren yang sangat pahit, namun ia tetap mencoba untuk tegar menghadapi semuanya.

---------------------

Desa Angin – Windy Plain…

Sebuah desa yang terletak di ujung dunia, merupakan tempat yang aman dan jauh dari peperangan. Di desa ini adalah tempat dimana semua gerakan angin diatur, maka desa ini dijuluki sebagai Village of the Wind. Semua aktivitas menggunakan tenaga angin, bahkan listrik pun dihasilkan dari kincir angin yang berputar. Tak heran di desa ini banyak terdapat kincir angin.

Keadaan ekonomi tampaknya lumayan, mayoritas masyarakatnya adalah petani dan nelayan, tentu saja mereka menggunakan tenaga angin dalam membantu pekerjaannya. Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa layaknya desa-desa lainnya, dan beliau merupakan seorang Wizard pengendali angin yang dipercayai untuk memimpin desa yang tentram dan damai itu.

Di sebelah utara desa terdapat sebuah rumah sederhana yang jauh dari keramaian. Para penghuninya sama sekali tidak dapat menggunakan sihir Angin layaknya penduduk desa lainnya, sehingga itu mereka dikucilkan.

Sampai hari itu tiba..

---------------------------

“Ren!!! Bangun!!” teriak ibu Ren, sambil memegang sebuah spatula—sepertinya beliau akan memasak. Suara yang menggelegar bagaikan halilintar itu rupanya tak cukup membangunkan gadis kecil yang tertidur lelap itu. “Cepat siap-siap sana, atau kamu akan terlambat masuk ke sekolah!!”

Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamar Ren. “Ada apa pagi-pagi begini, bu?” ucap seorang gadis cantik bernama Rina yang muncul dari balik pintu tersebut. “Jangan teriak-teriak seperti itu. Ayah dari tadi mengomel karena sarapannya belum siap. Sini, biar Rina saja yang membangunkan Ren. Kalau ibu marah-marah terus nanti tambah tua loh.”

Sang ibu keluar dari ruangan tersebut, masih mengernyitkan kening. Tampaknya keriputnya mulai bertambah karena terlalu sering marah-marah.

“Ren, bangun,” bisik Rina perlahan-lahan. “Sudah pagi lho, waktunya kamu pergi ke sekolah.”

Suara lembut Rina itu akhirnya membangunkan sang adik yang tertidur pulas. Sepertinya ia kelelahan sehabis bermain sepak bola bersama teman-temannya kemarin sore. Rina pun tersenyum, pikirnya lebih baik membangunkan dengan penuh kasih sayang daripada harus membangunkan dengan penuh emosi dan rasa marah. “Ayo, cepat siap-siap, kakak akan menemanimu berangkat ke sekolah.”

“Unngh,” gumam Ren setengah mengantuk. “Baiklah, kak.. Hatsyiiii!!!” Wah, wah, wah. Kelihatannya gadis kecil berumur sepuluh tahun itu terserang penyakit yang lebih tren dengan nama Pilek. Kelihatannya.

“Kamu tidak apa-apa? Pilek ya?” tanya Rina. “Tuh kan, kemarin kakak sudah memperingati—jangan main sepakbola di saat hari sedang hujan.. Jadi pilek deh.. Ren tidak mendengarkan nasehat kakak, sih..”

“Maaf kak,” air mata tampaknya mulai menetes dari mata Ren. “Ren janji, lain kali Ren akan mendengarkan nasehat kakak.” Di umur segitu, Ren lebih mempercayai dan mematuhi nasehat kakaknya dibandingkan nasehat kedua orangtuanya. Coba, apa yang kamu bisa harapkan dari orangtua macam orang tua Ren dan Rina? Ayah mereka seorang penganggur dan suka mabuk-mabukan. Ibu mereka suka membentak tanpa ada alasan yang jelas, sering keluar malam untuk berjudi. Akibatnya, Rina yang menjadi tulang punggung keluarga harus menanggung biaya kehidupan keluarga yang hanya terdiri dari empat orang anggota ini. Walau begitu, kebutuhan mereka masih bisa tercukupi.

Sesaat kemudian, Ren sudah siap dengan seragam sekolahnya. Pakaiannya tetap rapi, walaupun rambutnya agak acak-acakan karena malas sisiran.

“Kamu sudah siap? Ayo, kakak akan mengantarmu sampai ke gerbang sekolah." Rina dan Ren pun berpamitan kepada orangtua mereka seraya berjalan keluar rumah.

Seperti biasa, dua bersaudara itu sering berbincang-bincang di tengah perjalanan menuju sekolah. Hari ini, Ren yang memulai perbicaraan. “Kakak, nanti ajari aku sihir Angin ya! Soalnya, hanya kakak yang bisa sihir di keluarga kita! Kan malu kak, hanya keluarga kita yang tidak memiliki bakat untuk melakukan sihir!”

“Hus, kamu tidak boleh begitu!” jawab Rina. Rina tersenyum melihat adiknya yang masih bingung. Menarik nafas perlahan-lahan, ia pun menjelaskan semuanya. “Hahh.. Orangtua kita tidak bisa menyihir karena mereka tidak ingin untuk melakukannya. Sepertinya mereka percaya kita memiliki potensi untuk mengembangkan bakat sihir kita. Kamu pun juga, Ren, asalkan kamu mau belajar, apapun bisa! Soalnya kakak melihat kamu tidak suka belajar, makanya potensi itu masih terkurung dalam dirimu, bahkan mungkin hampir hilang.”

Ugh, belajar. Sebuah kata yang sangat-sangat dibenci oleh Ren. Lebih baik ia tidak makan dan tidak minum dibandingkan harus belajar. Yah, tapi mau bagaimana lagi, ia tidak ingin kalah dari teman-temannya yang lain.

Melirik ke arah kakaknya, Ren tersenyum walau dalam hatinya ia tidak suka perkataan kakaknya tadi. “Eh kak! Nanti kakak benar-benar akan mengajariku sihir kan?” Wajahnya tampak tidak sabar menunggu jawaban dari Rina.

“Sip,” balas Rina singkat. Ah, kelihatannya mereka sudah berdiri di pintu gerbang sekolah.

Teng tong . Teng tong .

“Oke deh, jaga dirimu baik-baik ya, adikku! Kalau ada yang berani mengganggumu, hajar saja mereka!” teriak Rina dengan sikap yang polos. Ia bahkan tidak sadar bahwa ia sudah mengumumkan ancaman kepada khayalak ramai. o_o;

Ren pun melambaikan tangannya kepada kakak perempuannya itu sambil berlari menuju ruang kelasnya. “Jangan lupa nanti sore ajari aku ya kak!” teriaknya.

----------------------

Class has started, guru wali kelas Ren mulai memasuki kelas. “Berdiri, beri hormat!” teriak seorang anak laki-laki dengan penampilan berantakan—dasi longgar, lengan rompi panjang sebelah dan rambut acak-acakan.

“Huh?” Ren membungkuk, memberi hormat sambil melirik ke arah anak tersebut. “Dia kan.. Anak kepala desa? Kok pakaiannya urak-urakan begitu sih? Yah, setidaknya dia ingat untuk memberi salam kepada guru.” pikirnya. Well, Ren tak perduli dengannya dan duduk setelah diberi aba-aba oleh guru wali kelasnya.

Waktu berlalu, bel istirahat pun berbunyi. Ren pun segera membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas mejanya. “Teman-teman! Aku boleh ikut bermain tidak??” Ia pun berlari ke arah teman-temannya. Dan bruuuk!! Kaki Ren tersandung batu dan kemudian terjatuh. Melihat sikapnya yang ceroboh itu, Ren pun ditertawakan teman-temannya.

“Ah, itu anak ceroboh sekali! Bisa-bisanya ia tidak melihat ada batu di jalannya!”
“Iya, iya! Udah begitu, kelihatannya bukan tipe anak yang suka bergaul!”
“Eh, sudah dengar belum? Keluarganya kan tidak bisa sihir sama sekali..”
“Oh, benar juga! Kalau begitu, susah mengajaknya main dong!”
“Udah ceroboh, kikuk, tidak bisa menyihir lagi.. Untung aku tidak dilahirkan seperti dia!”

Beberapa anak gadis mulai menggosip tentang Ren. Ren yang dapat mendengar ocehan mereka itu merasa sedih. Tanpa sadar, ia mulai menitikkan air mata..

Tiba-tiba seseorang mendekati Ren dan menyeka air matanya dengan selembar saputangan. “Kalau kamu nangis… Nanti tambah jelek lho..”
Suara itu mirip dengan suara laki-laki tadi pagi.. Cowok urak-urakan itu. Ren pun menoleh ke arah suara itu berasal. Saat Ren menatap matanya, anak itu langsung mengalahkan pandangannya. Dengan muka merah ia berkata, “Namaku Arthur. Namamu Ren, kan? Ini, sekalah air matamu..”

Ren pun menerima sapu tangan pemberian Arthur. “Ba-bagaimana dengan permainanmu?”
“Ah, karena merepotkan aku keluar sajalah. Aku tidak suka orang yang suka berbicara di belakang seperti itu, lagipula permainan itu tidak bisa dimainkan dengan jumlah pemain ganjil.” jawab Arthur.

Ren pun tersenyum. Ternyata anak ini baik juga ya, walaupun kesannya berandalan begitu, pikirnya. “Ah, Arth! Boleh temani aku sebentar tidak?”
*Ren ini… Seenaknya saja memanggil nama orang dengan panggilan tidak jelas..*

“Oh, oke. Mau kemana?”
“Sudah, ikut sajalah!” Ren pun menarik tangan Arthur dan menyeretnya membawanya ke bukit di belakang sekolah.

“Mau ngapain, sih?” omel Arthur. “Kamu.. Menarik-narik tanganku seakan-akan sedang menarik gajah! Sakit tahu!”
“Ssst! Diam!” Ren menutupi mulut Arthur dengan tangannya. Ia pun melihat jam tangannya. “Tiga puluh detik lagi, bersabarlah.”
“Hah? Maksudmu?”
“Tunggu saja, aku punya kejutan!”

Hening sejenak, tak terasa tiga puluh detik sudah lewat. Ren pun menunjuk ke atas langit—sekelompok kelopak bunga aneh tertiup angin di sertai burung-burung yang terbang melintasi langit.. “Kalau jam segini, angin bertiup lebih cepat dari biasanya! Lalu, kelopak Kaze no Hana akan terbang! Seperti salju ya! Sejak kecil kakakku sering mengajakku ke sini, pemandangannya indah sekali!! Kata kakakku, Kaze no Hana merupakan lambang kasih sayang dan rasa terimakasih! Makanya, aku ingin memperlihatkannya pada Arthur!

Arthur pun tersenyum. “Iya, indah sekali.. Rasanya seperti terbebas dari segala masalah.. Makasih ya..”
“Ah, sama-sama.. Kalau begitu kita melihat langit sambil mengulur waktu sampai istirahat selesai ya!” ucap Ren sambil berbaring di atas rerumputan.

--------------------

Sepulang sekolah, Ren berlari dengan wajah berseri-seri ke arah kakaknya yang datang menjemputnya. “Wah, kelihatannya wajahmu berseri-seri sekali! Ayo.. Pasti ada sesuatu yang menyenangkan yang terjadi di sekolah.. Kakak tebak nih, pasti ada cowok yang kamu suka, ya kan?”

Ren pun kaget.

“D-darimana kakak tahu?? K-kok bisa?”
“Tahu doong, mukamu yang mengatakannya.. Kalau pipimu merah padam begitu pasti ada cowok yang disukai, benar? Memangnya siapa laki-laki itu?” wajah Rina tampaknya tidak sabar untuk mendengar balasan dari adiknya itu.

“… Arthur kak…”

Ah—tampaknya Rina terkaget-kaget mendengar kabar itu. Anak kepala desa menyukai Ren yang merupakan penduduk sipil? Apa ia tidak salah dengar? Biasanya anak kepala desa harus berpasangan dengan anak pejabat tinggi lainnya; tradisi secara turun-temurun. Tapi walaupun begitu, ia senang mendengarnya. “Wah, ada pacar nih…” goda Rina.

“Di-dia bukan pacarku kok!”
“Jadi? Dia siapa dong??”
“Cu-Cuma temen kok!!”
“Ehem, ehem, rupanya adik kakak sudah besar.. Kakak mendukung hubunganmu dengan dia ya~”
“Iiiiih, kakak!!! Maksudku—”
“Ah sudahlah, ayo kita pulang!”

Rina menggendong adiknya yang sedang dilanda virus cinta itu dan melesat menuju rumah mereka di atas Bukit Utara. Tampaknya Ren lupa dengan latihan sihirnya bersama kakaknya.. Yah sudahlah; daripada ia merengek-rengek dan semakin merepotkan.

Malamnya, ayah kedua kakak beradik itu pulang mabuk-mabukan seperti biasa. Ia pun memarahi ibu karena tidak mau membuatkannya makan malam. Akibatnya, sesak nafas ibu kambuh dan sepertinya harus segera meminum obat. “Rina, Ren, belikan *hik* obat untuk *hik* ibu *hik* sana!” perintah Ayah Ren, dengan kondisi mabuk as usual.

Rina pun mengangguk dan mengajak adiknya itu pergi ke apotek yang terletak tak begitu jauh dari rumah mereka. Namun tampaknya Rina punya firasat buruk. Jantungnya berdegup kencang—kelihatannya akan ada masalah yang sangat-sangat buruk. Untuk jaga-jaga bila terjadi masalah, ia pun membawa Crescent Blade—dua bilah pisau yang berujung tajam; dengan ujung berbentuk bukan sabit yang dibuat oleh Pandai Besi yang sangat terkenal di desa. Ia pun membawa serbuk akar Torigabuto yang ditaruhnya di dalam kantung kecil di sakunya.

Gluduk gluduk. CTAAAAR!!!

Cuaca tampaknya kurang bersahabat; petir mulai bergemuruh dan air hujan mulai membasahi bumi. Rina dan Ren yang turut lupa membawa payung itu terpaksa harus rela diguyur air hujan.

Lalu kemudian, sesosok pria berbadan tinggi dengan penampilan serba hitam menghampiri dua gadis yang basah kuyub itu. Dengan suara paraunya ia betanya, “Mengapa anak-anak seperti kalian berada di tengah hujan seperti ini?”

“Anda siapa?” tanya Rina singkat. “Maaf, kami tidak diperbolehkan berbicara dengan orang asing. Kalau boleh, saya permisi.” Menarik tangan adiknya, Rina pun berjalan menjauh dari laki-laki tersebut. Firasatnya tidak enak. Pakaian laki-laki itu berlumuran darah—terutama daerah di sekitar lengan.

Pria misterius itu mengeluarkan sebilah pedang panjang dari kantung pedangnya, kemudian menghunuskan benda tajam tersebut kepada Rina dan adiknya. “Bersiaplah untuk mati!”

Ah, kelihatannya firasat buruk Rina benar-benar terwujud. Gawat ini—nyawa Ren dan dirinya dalam bahaya. Mendorong jatuh adiknya, Rina lalu tergores pedang yang tajam itu. Darah mulai bercucuran dari lengan kanannya.

“Kakak! Apakah kakak baik-baik saja?” Ren mulai khawatir. “Lengan kakak mengeluarkan darah banyak sekali!”
“Tenanglah, Ren. Ini hanya luka lecet saja kok. Sembunyi saja di balik batu itu, kakak akan menghadapi Tuan Sok Hebat ini, oke?” bisik Rina sambil mencoba menenangkan adiknya yang terlihat bingung itu.
“Baiklah, kakak kalahkan dia ya!” Ren pun bersembunyi di balik batu besar yang ada di belakang Rina. Ia masih terlalu kecil untuk bisa menghadapi pria itu sendirian.

“Hei, Mister Hitam Legam! Mengapa anda tiba-tiba menghunuskan pedang seperti itu? Apa anda psikopat?” desak Rina sambil mengeluarkan Crescent Blade-nya dari tas punggungnya. “Jika anda sebegitu inginnya bertarung, akan saya layani!”

Laki-laki itu tersenyum jahat. “Semua penduduk di desa ini saya bantai. Kalau ditambah dengan kalian berdua, jumlahnya pas dua ratus orang. Ha-ha-ha-ha!!!”

“Hehehe~ Lucu deh kak, ketawa laki-laki itu mirip kakek-kakek~” Ren dengan polosnya tertawa dari balik bebatuan.
“Siapa anda?” tanya Rina sambil mengambil ancang-ancang siap menyerang. “Mengapa anda membunuh penduduk desa?”

“Ya, ya.. Saya belum meperkenalkan diri saya. Nama saya Avalon, wizard dari negeri bagian Selatan. Saya membunuh.. Demi kesenangan saya sendiri!” jelas laki-laki itu. Aduh, gawat. Laki-laki ini memang seorang psikopat—ia membunuh tanpa pandang bulu.

Tunggu. Bagaimana dengan orangtua Ren dan Rina? Dan sahabat Ren—Arthur? Rina baru saja ingin menanyakannya. Namun sepertinya laki-laki itu telah menjawab lebih dulu.

“Ah, saya teringat dengan dua orang di rumah di atas bukit itu.. Payah sekali—tidak ada perlawanan sama sekali. Kemudian dengan anak laki-laki yang bertampang urak-urakan yang sok hebat namun ternyata sangat lemah. Membosankan sekali... Tampaknya kamu ingin memberikan saya sedikit kesenangan, mungkin?” ucap laki-laki itu dengan suara parau andalannya.

Ren tersentak mendengar orangtuanya telah dibunuh.. Dan Arthur, orang yang ‘mulai’ disayanginya.. Aih, pikiran Ren campur-aduk tidak karuan mendengar kabar buruk itu. Ia sangat kesal, namun ia tidak mungkin melawan seorang pria yang besarnya dua kali lipat badan mungilnya itu.

“K-kauu!” teriak Rina marah. Ia melepaskan energi sihir yang sangat kuat—bahkan dapat menerbangkan batu-batuan tempat Ren bersembunyi. “Kembalikan.. Orangtua kami!!!!”

Rina pun berlari sambil memegang Crescent Blade-nya yang penuh dengan energi sihir, siap menebas laki-laki yang bernama Avalon itu. Namun, dengan mudahnya pria besar itu menghentikan serangan Rina menggunakan tangannya, tanpa terluka sedikitpun. “Kembalikan, katamu?” tanya laki-laki itu sambil menahan serangan Rina. “Orang yang sudah mati tidak bisa dikembalikan lagi, nona. Semua orang juga sudah mengetahui itu..”

“Ku… Kurang ajar!!!” teriak Rina, dengan emosi yang meningkat drastis akibat perkataan laki-laki itu. Tapi ia sempat berpikir sejenak—bahwa orang itu sangat kuat.

Tepat. Serangan penuh Rina hanya dihentikan begitu saja? Pikirnya. Tampaknya tidak mudah melawan laki-laki itu. Kemudian ia melirik ke arah Ren, sepertinya ia gemetaran karena ketakutan. Tidak ingin adik kesayangannya itu celaka, Rina mulai menyerang pria besar itu, bertubi-tubi. Kali ini, serangan dikembalikan kepada Rina, sehingga ia menderita luka yang lumayan parah. Ia mengalami sayatan di seluruh tubuh, tusukan di bagian perut dan tulang kaki kiri yang patah.

“Ra-rasakan.. I-ini..” ucap Rina sambil melemparkan serbuk yang dibawanya itu ke arah laki-laki psikopat itu. Mengira itu adalah pasir, pria itu tidak menghindar dari lemparan Rina tadi.

“Hanya sebegitu saja perlawananmu? Membosankan..” gumam pria itu. Namun tiba-tiba, kondisinya aneh, wajahnya pucat, bibirnya berubah menjadi ungu. “Ti-tidak mungkin! Ini-” ucapnya sambil menjatuhkan pedang miliknya.

“Ya, tepat.. Racun mematikan yang dapat membunuh secara langsung bila tertelan—akar tanaman torigabuto. Kalau kamu seorang wizard, setidaknya kamu tahu pengetahuan dasar itu..” jelas Rina, tanpa panjang lebar.

“Si-sial.. A-aku.. Terjebak-uhuk!” jawab laki-laki itu seraya memuntahkan darah dari mulutnya. “A-aku.. Yang kuat i-ini…”
“Kekuatanmu itu sia-sia bila kamu tidak menggunakan otakmu itu, hei tuan sok hebat. Walaupun kenyataannya kau kuat, tapi jika kamu bodoh itu sama saja bohong.. Rasakanlah pembalasan dari orang-orang yang telah kau bunuh, termasuk orangtuaku dan laki-laki yang adikku sayangi.”

Bruuuk. Jatuhlah laki-laki itu ke permukaan tanah.

“Kakak!!” teriak Ren sambil berlari menghampiri kakaknya yang sekarat itu. “Kakak baik-baik saja?”

“A-apanya yang baik-baik saja… Badan kakak, semakin mati rasa, Ren… Rasanya sudah tidak bisa bergerak lagi dengan keadaan seperti ini..” jawab Rina terbata-bata.
“Ti-tidak mungkin.. Ini tidak mungkin terjadi!! Kakak harus kuat! Kakak harus bisa bangkit, kak!!”

Menggenggam tangan Ren yang menangis itu, Rina mencoba menenangkan adiknya itu. “R-ren.. Maafkan kakak ya.. Kakak.. Tidak jadi mengajarimu sihir.. D-di sebelah tenggara desa.. Tinggalah seorang wizard pengelana dimensi yang dapat mengajarimu jauh lebih baik dari kakak di gubuk kecil di atas bukit… Ini, ambillah.. Pasti—uhuk—dapat berguna untuk—uhuk—latihanmu, Ren..” Rina pun memberikan Crescent Blade-nya itu kepada Ren, sambil menahan luka tusukan di perutnya.

“Tapi… Kakak..” jawab Ren sambil menerima pisau pemberian kakaknya itu. “Bagaimana.. dengan kakak?”

“Pergi.. Ren!”

Ren pun mengikuti nasehat kakaknya dan pergi meninggalkan desa. Walaupun ia menahan rasa sakit dihatinya karena semua orang yang dicintainya telah meninggal, namun ia tetap tegar menghadapi semuanya.

Sraaaak.

Ren lalu pingsan di depan gubuk kecil di daerah perbukitan, tak jauh dari desa. Seorang wanita berpakaian seperti laki-laki menghampirinya dan membawanya masuk ke dalam gubuk tersebut. Tega sekali membiarkan anak kecil pingsan di tengah hujan begini, pikirnya.


Part 1 - End

-------------------

Maaf bila kepanjangan, tapi ini masih part 1 nya deshi~
Soalnya ini pertama kalinya Ai bikin omake nyaa~
Semoga sabar menunggu kelanjutannya nya~

Minna, CMIIW~
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Nanase Sumeragi on Mon Sep 21, 2009 2:53 pm

REN POLOS AMAAT SIHHH *gugulingan*

Serius, Ren lucu--polos.

Kasihan pas diakhir nya.. ckckkc Ren jangan ditinggalin nak harusnya *disepak*

Omake yang bagus =w=b

Yang lain juga bagus ~ *yang saya mah aneh.. hapus lalu bikin lagi ah~*

_________________


"If he regains consciousness, will you tell him the truth ? And suffer the condemnation ? Even when nobody understood your heart's desire ?" -Kakyou. "The world I know is where I find my loved ones. If they no longer exist, neither does the world." - Kamui
avatar
Nanase Sumeragi

Female
Jumlah posting : 2497
Age : 22
Lokasi : Crysanthenum world >3
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Nanase Sumeragi
Job: Vampire
Status Poin: 5 | 6 | 11 | 11 | 6 |

Lihat profil user http://www.plurk.com/Farui

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Mon Sep 21, 2009 3:23 pm

Betul sekalii, Ren memang POLOS sodara sodara =)) =)) *Tepuk tangan untuk Nanase, anda mendapatkan 1000 buah piring cantik!* xDDD

Memang nasibnya Ren begitu deshi~ Ditinggalin oleh orang yang dia sayangi~ Aduuuh kasiannya~ Hiks *gimana yang buatnya sih???*
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Sakurano Himeno on Wed Sep 23, 2009 10:19 pm

uwoooo!!!

bisabisa gelar sakurano yg dijuluki anak terbegoterpolos bisa diraep ren nih

xDD awkwkwkk. becanda

awalawalnya lucu xDD dan terharu di ending [ini part 1 masi kan?] *hiks*

LANJOOOT!!
avatar
Sakurano Himeno

Female
Jumlah posting : 1526
Age : 23
Lokasi : nyungsep di kolong
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Sakurano Himeno
Job: Vampire Hunter
Status Poin: AGI:10; DEX:8; INT:7; STR:10; VIT:5; total:32

Lihat profil user http://neworld.highforum.net/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Thu Sep 24, 2009 12:54 pm

Ah ngga~
Ren ama Sakurano kan sama2 polos~ *digigit
HIDUP POLOS!!!! polos. Polos. POLOS!!! << Gila

Yap bener, ini masih part 1 T^T
Selanjutnya masih bingung mikirin plotnya kayak gimana *ditajong
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Nanase Sumeragi on Fri Sep 25, 2009 7:55 pm

Jujur, Ren lebih polos << Nanase Sumeragi says

Abisnya, pertama kali bertemu dengan sang Sakurano.
Berantem yang ada =))

Selamat berjuang di part 2 dan saya menantikan cerita anda ~

_________________


"If he regains consciousness, will you tell him the truth ? And suffer the condemnation ? Even when nobody understood your heart's desire ?" -Kakyou. "The world I know is where I find my loved ones. If they no longer exist, neither does the world." - Kamui
avatar
Nanase Sumeragi

Female
Jumlah posting : 2497
Age : 22
Lokasi : Crysanthenum world >3
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Nanase Sumeragi
Job: Vampire
Status Poin: 5 | 6 | 11 | 11 | 6 |

Lihat profil user http://www.plurk.com/Farui

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Fri Sep 25, 2009 9:41 pm

Nanase Sumeragi wrote:Jujur, Ren lebih polos << Nanase Sumeragi says

Lah, Sakurano lebih polos lagih ' 'a

Baiklah, ntar Ai lanjutkan sambil mikir plot ceritanya *shoot*
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Kaori Tsukino on Fri Sep 25, 2009 11:07 pm

Jiahahahah xD *ngakak gugulingan

Lucu ceritanya dikk~ *pelok
Tapi kok endingnya sedih? =.= *nengok ye-be-es, dihantam

Lanjutkan!! *lah kok kayak kampanye*
avatar
Kaori Tsukino

Female
Jumlah posting : 20
Age : 24
Lokasi : Bumi Batavia~
Registration date : 23.09.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Fri Sep 25, 2009 11:10 pm

@Valen-neesan: Lah lucu tah ' 'a *lirik omake*

Namanya TAKDIR buuu~ [?]
Jadi memang harus begitu~ *syalalalala
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by haruki_kayuki on Sun Sep 27, 2009 9:54 pm

renren~! Nasgor~! *pake semua nickname*. Anda kejam~!!
Tapi bagus juga sih.. endingnya sedih.. *lha, kok malah seneng ini, dasar plin-plan*
Pokoknya, good job~!

haruki_kayuki

Female
Jumlah posting : 111
Registration date : 27.09.09

Character Info
Character Name: Haruki Kayuki
Job: Researcher
Status Poin: 1 | 3 | 6 | 8 | 8

Lihat profil user http://harukiandirish.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Sun Sep 27, 2009 9:57 pm

^ Saya memang kejam MWAHAHAHAHA << Gila

Becanda kok~ *plakk

Emmm, itu masih part 1 sih, rencananya pas part 2 nasgor mau buat pengalaman Ren sewaktu belajar menyihir+hunting~

Ada lucu-lucuannya juga sih *digebuk
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Zelva O'Connel on Mon Sep 28, 2009 4:26 pm

saya tunggu chapter 2nya ya..*wuset dah kayak novel aja*
avatar
Zelva O'Connel

Male
Jumlah posting : 402
Age : 24
Lokasi : Di tempat kaki berpijak.
Registration date : 10.08.09

Character Info
Character Name: Zelva O'Connel
Job: Vampire Hunter
Status Poin: [AGI 12+3=15 ; VIT3+2 ; DEX+2]

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Mon Sep 28, 2009 8:45 pm

Siap, saya usahakan~ xD

Sibuk sekolah sihh, tapi ane akan berusaha nyau~
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by haruki_kayuki on Mon Sep 28, 2009 10:06 pm

oii~~! Saya tunggu juga
*sendirinya lupa melulu mau bikin side storynya si Haruki Smile)*

haruki_kayuki

Female
Jumlah posting : 111
Registration date : 27.09.09

Character Info
Character Name: Haruki Kayuki
Job: Researcher
Status Poin: 1 | 3 | 6 | 8 | 8

Lihat profil user http://harukiandirish.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Sakurano Himeno on Sat Oct 03, 2009 10:48 pm

@nanas: awkwkwk. maklum, gg berbakat mendalami karakter pas awal dulu *plak*

xDD

@ren: *toss* HIDUP INOSEN!! UOOOH! =)) =))
kapan lanjutannya =33
avatar
Sakurano Himeno

Female
Jumlah posting : 1526
Age : 23
Lokasi : nyungsep di kolong
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Sakurano Himeno
Job: Vampire Hunter
Status Poin: AGI:10; DEX:8; INT:7; STR:10; VIT:5; total:32

Lihat profil user http://neworld.highforum.net/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Sat Oct 03, 2009 10:58 pm

@Haruki-san: Baiklah xD

@Himeh: YAYYYY!!! Mari membuat dunia menjadi terjangkit virus INOSEN!!! *apaan ini???*
Lanjutannya? ' 'a

Nah itu dia, bingung juga Ren bikin plot huntnya, kan awal2nya dia mesti belajar sihir dulu, baru bisa hunting... Bingung mikirin mantra yang bakal dipelajari si Ren... Jadi ngasal sajah.. *ditempeleng

Sabar menunggu yah semua~ *sujud sembah
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Sakurano Himeno on Sun Oct 04, 2009 12:06 am

@^: belajar bahasa china ato yunani/latin, pasti cepet tuh dapet mantra *digulingin

xDD
avatar
Sakurano Himeno

Female
Jumlah posting : 1526
Age : 23
Lokasi : nyungsep di kolong
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Sakurano Himeno
Job: Vampire Hunter
Status Poin: AGI:10; DEX:8; INT:7; STR:10; VIT:5; total:32

Lihat profil user http://neworld.highforum.net/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Sun Oct 04, 2009 12:17 am

^ Ah iya, Ren memang menggabungkan beberapa bahasa asing yangtentunyadenganartiyangtidakjelasjuga~

Dan rencananya Ren mau buat adegan pertemuan char 1st ama 2nd (dalam proses) di Omake nanti~ tunggu saja yah *plak
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Sakurano Himeno on Sun Oct 04, 2009 12:24 am

@^: 2nd chara Ren sapa??
avatar
Sakurano Himeno

Female
Jumlah posting : 1526
Age : 23
Lokasi : nyungsep di kolong
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Sakurano Himeno
Job: Vampire Hunter
Status Poin: AGI:10; DEX:8; INT:7; STR:10; VIT:5; total:32

Lihat profil user http://neworld.highforum.net/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Sun Oct 04, 2009 12:26 am

^ Emm, rencananya mau bikin nama Ospheria Caecilia Dwaynne~~
Nanti pas setelah Ren selesai latihan nanti ia dan si Guru jatuh ke dimensi bernama *tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit* karena spoiler *halah
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Sakurano Himeno on Sun Oct 04, 2009 12:33 am

@^: bakal daptar buat chara disini gitu? buat 3rd Distric ya??

WAIII!! xDDb
ayo dong kelanjutannya *malah maksa *plak* xDDb
avatar
Sakurano Himeno

Female
Jumlah posting : 1526
Age : 23
Lokasi : nyungsep di kolong
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Sakurano Himeno
Job: Vampire Hunter
Status Poin: AGI:10; DEX:8; INT:7; STR:10; VIT:5; total:32

Lihat profil user http://neworld.highforum.net/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Sun Oct 04, 2009 6:00 am

Iya, 3rd Distric nya~

Siap dilanjutkan, himeh~~ *kabur tanpa bilang apa-apa**hauh halah*
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Louisse von Alexander on Sat Oct 17, 2009 6:21 pm

Ugya~

Bagus omake-nya desu~ :3
Cuma sayang banget si Ren ditinggalin begitu~
Jadi ternyata si Ren itu pernah suka sama orang yah??? << Baru nyadar ada yang suka sama dia *dibakar beneran

MANA KELANJUTANNYA NAK??????? *digulingin
avatar
Louisse von Alexander

Female
Jumlah posting : 74
Age : 21
Lokasi : Di rumah :3
Registration date : 12.10.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by sakuraba_himiko on Sat Oct 17, 2009 10:26 pm

Jadi ternyata si Ren itu pernah suka sama orang yah??? << Baru nyadar ada yang suka sama dia

HYAAA!!!!!! Akhirnya ada yang berani berpikir begitu!!! Selamat anda mendapatkan sebuah mobil mewah dipotong pajak! *dibejek

Lanjutannya? Err... Masih dalam proses gyahahahah~ ' 'a
Lagi UTS~ Ngga bisa mikir jalan ceritanya deshi~ T^T

HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~~~~~~~~~ *nangis oTL
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kamaitachi Ren Side Story

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik