Login

Lupa password?

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 20 pada Tue Oct 13, 2009 6:57 pm
Latest topics
» Ragnarok: Believe Visual Novel
by Prasas Tue Dec 01, 2015 11:44 pm

» In Reality Visual Novel
by Prasas Tue Dec 01, 2015 11:42 pm

» Absensi [sehari sekali]
by suzaku_kurosaki Sat Sep 29, 2012 7:29 pm

» OL sambil?
by Mac Mon Apr 30, 2012 8:25 am

» Salam Kenal!
by Sakura Blossom Wed Apr 25, 2012 5:58 pm

» Now playing
by Nanase Sumeragi Tue Jan 31, 2012 5:58 pm

» Visual Novel Engines
by Sakura Blossom Wed Dec 07, 2011 6:46 pm

» Halo.....!
by suu_shirakawa Thu Sep 08, 2011 8:59 pm

» Zona Anti Bohong!
by Nanase Sumeragi Mon Aug 29, 2011 7:51 am

» Lagi sibuk apa?
by Voidy Tue Aug 23, 2011 10:07 am

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search


From the Past to the Future ~ Voidy

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

From the Past to the Future ~ Voidy

Post by Voidy on Fri Oct 30, 2009 10:39 am

Soul 1 : The Wizard and The Cat with Unborn Soul

Entah kapan dimulainya… Rasa sepi yang terus menusuk batin, merongrong sukma, mengapit rongga dada. Tiap langkah yang dilewati kaki ini menghantarkan detik kesendirian yang menyadarkan diriku sendiri akan waktuku. Sudah berapa lama kah? Dalam arus waktuku, sedetik atau pun setahun terasa sama… berlalu tanpa kuhitung dengan jari-jemari kurusku yang entah sejak kapan terus menambah pahatan garis usiaku yang memang sudah terlampau lama, atau biasa disebut keriput. Ah, ya… garis itu juga terus merias wajahku bersama dengan rambut tebal berwarna putih yang menyeruak mulai dari pangkal bawah hidungku ke bawah. Tentu saja itu kumis dan janggut. Biasa memang disebut seperti itu, meski karena suatu alasan yang sebetulnya alasan tersebut tidak ada, Aku kurang menyukai sebutan itu. Ah ya, sepertinya Aku sudah terlalu jauh dari cerita kita seharusnya. Hahaha… Maafkan Kakek tua yang hanya bisa menghibur dirinya dengan bercerita pada kalian seperti ini. Orang Tua memang senang bercerita tentang masa lalu menyenangkan mereka.

Ehem… Begitulah, Diriku yang tua ini merasakan hidupnya tanpa arah tujuan dalam pengelanaannya. Ke sana dan Aku menyembuhkan anak yang sakit, ke sini dan Aku menghentikan badai Kristal, ke ujung daratan dan Aku membuat pelindung agar monster tidak bisa menyerang manusia. Semuanya kulakukan dengan sihirku… pengetahuanku… bahkan dengan pengalaman malang-melintang yang telah kucicipi selama mengembara. Aku dikenal sebagai Penyihir tua yang terhebat, paling cerdas di antara semua Profesor, bijaksana dan selalu menolong kala Aku melewatimu yang kesulitan. Namun mereka tidak ada yang mengetahui kekosongan yang kurasakan. Aku mendaki semua gunung, menyeberangi seluruh laut, mempelajari sihir kuno hingga menciptakan sihirku sendiri, meneliti teknologi lama sampai yang terbaru, menulis tesis atau mengajarkan ilmu yang kumiliki. Semua kulakukan sembari menghabiskan umurku dan tidak ada satu pun dari semua itu kurasakan mampu mengisinya.

Hingga… Dewa menitipkan ‘nyawa’ itu padaku. Begitu kecil, dan sesungguhnya nyaris tidak ada harapan saat melihatnya hingga Aku berpikir untuk membiarkan bagaimana Dellidy yang daripada mengambil kembali ‘dirinya’, malah melepaskannya bersama dengan ‘pembawanya’. Dua ‘nyawa’. Dellidy melepaskan keduanya daripada membawa mereka kembali pada yang seharusnya. Maka Aku menuangkan segenap diriku untuk 10 tahun lamanya yang penantiannya terasa amat kurasakan saat detik berdetak.

Dan ‘dia’… ‘nyawa’ itu hadir dalam hidupku. 4 tahun bersama’nya’ kurasakan begitu berbeda dibandingkan ribuan tahun sebelum ada ‘dirinya’. Begitu lama… begitu mengalir. Waktu… milikku.


~~~

CTAAARRRRRR

Petir meraung saat sekelebat cahaya emas turun ke tanah. Langit hijau gelap termangu sementara awan menitikkan air matanya. Badai besar menerjang dengan prajurit gagah beraninya, angin Ambite. Percik tajam sang angin mengoyak sekelumit bayangan gelap yang berpendar redup sedang berjalan menembus rimba pepohonan tinggi. Tampak rambut putih panjang mencuat di antara bayang-bayang hitam yang bergerak tersebut.

Percik-percik tajam yang datang bersama angin tersebut juga merobek kulit batang pohon di sana-sini. Merobohkan beberapa dari mereka yang begitu tegap dan besar. Terkadang tampak siluet yang terbang menjauh saat pohon-pohon itu jatuh, mungkin makhluk hutan yang bersarang pada batang kokoh tersebut. Kasihan sekali mereka, angin Ambite memang jarang terjadi di hutan tapi ini lah keinginan Dellidy.

BAAAAAAAMM

Tumbang. Satu… Dua… Entah berapa pohon yang telah jatuh. Dan tiap kali itu terjadi, bayangan makhluk yang kabur itu pasti terlihat. Bersayap, berekor, cukup kecil dan gesit. Dan jatuhlah satu pohon berikutnya. Namun kali ini bukan bayangan hitam yang berkelebat muncul melainkan suara pekik tertahan panjang yang terdengar. Dari balik persembunyiannya, beberapa pasang mata mengintai. Tajam dan bercahaya sementara malam gelap masih menikmati waktunya.

CETTAAAARRR

Dan petir kembali menyambar bersama kilat cahaya yang menyinari sosok-sosok kegelapan itu sesaat. Miasma, makhluk hutan yang bersebunyi dalam kegelapan. Kucing bersayap kekelawar yang menguasai malam bersama bulan. Salah satunya memiliki 3 ekor dan 4 pasang sayap yang ukurannya lebih besar dari yang lainnya, menunjukkan dengan persis siapa pemimpinnya. Makluk itu bersiaga dengan tatapan tajam pada sinar pendar yang mendekati sumber suara jerit lengking itu. Sosok yang berlindung dalam cahaya itu merendahkan tubuhnya.

SHhh!! SAA!!! HRRRrr!

Jerat-jerit penuh amarah bergema di antara pepohonan. Para Miasma tidak suka sosok asing itu mendekati apa pun yang tadi menjerit di bawah pohon malang itu. Sosok itu menggerakkan sedikit paruh atas tubuhnya, paham betul bahwa Kucing Malam itu menganggapnya ancaman. Dengan pelan, sosok itu berdiri kembali seraya menarik sedikit mantelnya hingga wajahnya kemudian terlihat, penuh dengan ukiran usia. Rambut putih panjang yang sempat terlihat ternyata tumbuh dari bagian bawah wajahnya. Kemudian pendar cahaya yang membungkusnya memudar. Sebaliknya, dari langit turun pendar cahaya lainnya menuju ke arahnya.

Dellidy…” Bisik pria tua itu. Sedangkan para Miasma segera terdiam. Tiada lagi tatapan mengancam atau suara berdesis yang tajam. Angin Ambite menyabit beberapa bagian tubuh pria tua itu namun tidak dipedulikan, menatap lurus dengan kepala sedikit ditolehkan ke belakang atasnya pada sinar redup berwarna-warni yang terus mengarah padanya. Perlahan, badai tidak lagi mengamuk di sekelilingnya, meski di luar radius beberapa meter, terjangannya masih begitu ganas terlihat pada batang yang terkoyak atau dahan yang terhempas tanpa daya.

"Rrr..." Sedendang bisikan halus terdengar dari balik batang berwarna hijau tersebut. Sedangkan sang Pria Tua masih tegap berdiri, menghentakkan tongkat kayu perak yang seketika muncul kala lengannya memotong udara. Batang itu terangkat begitu saja kemudian terhempas ke sebelahnya, menampakkan sesosok Miasma berbulu abu-kebiruan bermandikan darah merah terbaring tanpa daya. Miasma itu memiliki 2 pasang sayap, artinya usianya sudah lebih dari 200 tahun dan yang paling menarik perhatian adalah perutnya yang tampak begitu membuncit. Kembali merendahkan tubuhnya, Pria Tua itu memeriksa keadaan makhluk malang tersebut. Kali ini tanpa disertai kehisterisan sesamanya yang masih menyembunyikan diri di balik pohon dari badai deras. Ujung jari berkerutnya menyentuh sedikit area perutnya.

Betina. Dan sedang hamil. Pria Tua itu menghembuskan nafas panjang. 'Nyawa' Miasma itu tidak akan selamat, bersama dengan yang 'dibawa'nya. Kemunculan Dellidy yang semakin mendekatinya dari belakang, tepatnya bermaksud mendekati 'nyawa' yang akan 'dikembalikan pada yang seharusnya' telah memastikan nasib mereka berdua. Memang begitulah hukum hidup mereka semua. Semua 'nyawa' datang dari'nya' dan kembali pada'nya'. Dan kini telah turunlah Dellidy untuk menjemput 'nyawa' mereka. Tentu saja semua makhluk hidup mengetahuinya. Tempat asal dan tujuan akhir 'nyawa'. Karena itu para Miasma lain tak lagi menghiraukan apa yang akan terjadi pada kawannya yang sekarat itu. Tentu saja bersama dengan 'nyawa' baru yang belum terlahir di rahimnya.

Dengan sisa tenaga yang tidak banyak, kelopak mata Miasma abu itu terbuka, memperlihatkan pualam Zamrudnya yang bening hingga memantulkan bayang-bayang Pria Tua itu. Tersenyum lembut, hingga kerut wajahnya makin jelas tampak, Pria Tua itu mengelus makhluk yang senantiasa menemani bulan untuk melewati malam demi malam.

Dellidy makin mendekati mereka namun yang dijemput rupanya masih belum ingin menyerah. 'Nyawa' yang dibawanya tidak rela diserahkannya tanpa sempat membawa hidupnya sendiri. Satu-satunya yang mungkin bisa menolong adalah Pria Tua yang tadi menolongnya. Tongkat kayu perak itu adalah tongkat sihir yang menandakan bahwa Pria Tua itu adalah Penyihir. Pandangan mata mereka bertemu. Antara hijaunya langit dengan ungunya laut barat. Tak ayal, Pria Tua itu merasa ingin menolong, tapi 'nyawa' bukanlah bagian campur tangannya. Sebaliknya, larangan keras kerap dikumandangkan ke seantero negeri, bahwa kuasa 'nyawa' hanya diperuntukkan bagi Dellidy saja. Namun komunikasi mereka masih belum terputus. Dari kedalaman hijaunya, dia menyampaikan harapannya.

"Kau ingin menolong 'nyawa' ini bukan?" Tanyanya pelan penuh perasaan. Miasma itu hanya mengerjapkan pelupuk matanya. Menggantikan anggukan kepala yang sudah tidak sanggup diberikannya. "Kau tahu Aku tidak bisa melakukannya..." Ucapnya lagi seraya tersenyum sedih. Kali ini sang Miasma memejamkan matanya dengan kepasrahan yang sesungguhnya tidak rela dijalankannya.

Dellidy telah mulai menyentuhkan sinarnya, lembut membungkus makhluk itu seraya darah yang tadi mengotori bulunya sekejab sirna. Pria Tua itu tidak bergeming melihat keajaiban terjadi di depan matanya. Ini bukan yang pertama kalinya melihat Dellidy menjemput 'nyawa'. Sekonyong-konyong menggema suara tinggi di sekitar mereka.

'Akan kuberikan 'nyawa'ku untuk 'nyawa' ini'

Tak ayal, Pria Tua itu terkejut. Asal suara ini... Dari sang Miasma yang melayang-layang di tengah kurungan cahaya Dellidy. Seketika 2 pasang mata kembali bertemu pandang. Dan komunikasi di anatara mereka pun terjalin kembali.

'Aku... ingin 'nyawa' ini kemudian memiliki nama. Nantinya... 'dia' akan berlari, terbang, mengitari dunia. Harapanku... Mau kah Kau mengabulkannya?'

Pria itu hanya terdiam. Mata ungunya tak mampu melepaskan pandangan dari seorang 'pembawa' yang tampak begitu mempesona terbalut sinar warna-warni. Dan jasadnya kemudian melebur begitu saja hingga hanya tertinggal apa yang seharusnya dibawa Dellidy. Dua pendar cahaya berkilau tetap berada dalam kukungan cahayanya.

'Hidupkanlah... 'nyawa' ini dengan menggunakan 'nyawa'ku..."

Tanpa bisa menjawab, sinar mata Pria Tua itu terpukau kala [i]Dellidy
yang memeluk 'nyawa' itu dengan begitu erat perlahan melepaskan kuasanya. Tanpa memikirkan apa, dorongan untuk mengulurkan tangannya ketika kemudian pendar lembut tersebut melayang ke arahnya hingga saat cahaya warna-warni itu menempatkan keduanya pas dalam genggamannya. Yang satu begitu kecil, tak lebih besar dari ujung ibu jarinya. Dan itulah yang akan diselamatkannya. Merasakan pendar cahaya itu gemetar dalam lindungan tangannya, Pria Tua itu tersenyum lembut. Menikmati sinkronasi getar yang sama dari dalam dirinya seolah membalas panggilan tanpa suara yang disampaikan dari 'nyawa' lemah tersebut.

"Namaku Aegnor... Dan namamu..." Ujarnya memperkenalkan dirinya dan menghentikan ucapannya sementara berpikir. "Namamu Voidy. Kuberikan nama itu padamu. Nama terindah atas keajaiban atas 'nyawa'mu..." Bisiknya pada pendar cahaya dalam pelukannya. Sementara Aegnor tersenyum menikmati kehangatan kala badai ternyata telah berhenti sementara sinar dari langit pergi meninggalkannya bersama dengan keajaiban yang ditinggalkan padanya.



Malam ini ku terjaga dari mimpi
K'rana diri ini menanti kehadiranmu
Tak ku sangka kau hadir ubati kesepian dalam hati
Kau ceriakan hidup ini
Hadirmu membawa sinar

Winnie K - Kehadiranmu
avatar
Voidy

Jumlah posting : 721
Registration date : 06.05.09

Character Info
Character Name: Voidy
Job: Heart Healer
Status Poin: Str:3 ~ Vit:6 ~ Dex:8 ~ Agi:10 ~ Int:6

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: From the Past to the Future ~ Voidy

Post by sakuraba_himiko on Fri Oct 30, 2009 8:54 pm

COOL! xD

Love it :3

Keren banget tante~~~~ *lirik punya sendiri**nangis
avatar
sakuraba_himiko

Female
Jumlah posting : 1013
Age : 20
Lokasi : Bila anda main-main ke Batam, coba deh cari anak yang bawa2 buku sketsa kemana-mana, trus lompat-lompat ngga jelas sambil dengerin MP3. PASTI SAYAAA~!!!
Registration date : 08.09.09

Character Info
Character Name: Kamaitachi Ren
Job: Wizard
Status Poin: 8|1|7|1|8

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: From the Past to the Future ~ Voidy

Post by Sakurano Himeno on Sat Nov 14, 2009 5:45 pm

WAW!!

*speechless*

@ren: menurut himeh malah puitis *digebuk* kalo bagi saya, definisi keren itu beda lagi. keren = banyak bertarungnya *plak*

@tantepoi: ada lanjutannya gg tan?
avatar
Sakurano Himeno

Female
Jumlah posting : 1526
Age : 23
Lokasi : nyungsep di kolong
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Sakurano Himeno
Job: Vampire Hunter
Status Poin: AGI:10; DEX:8; INT:7; STR:10; VIT:5; total:32

Lihat profil user http://neworld.highforum.net/

Kembali Ke Atas Go down

Re: From the Past to the Future ~ Voidy

Post by Voidy on Mon Nov 16, 2009 12:46 pm

ada... lagi proses kok
avatar
Voidy

Jumlah posting : 721
Registration date : 06.05.09

Character Info
Character Name: Voidy
Job: Heart Healer
Status Poin: Str:3 ~ Vit:6 ~ Dex:8 ~ Agi:10 ~ Int:6

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: From the Past to the Future ~ Voidy

Post by Sakurano Himeno on Fri Nov 20, 2009 12:53 am

@^: okok. ditunggu loh, tan~~ =33
avatar
Sakurano Himeno

Female
Jumlah posting : 1526
Age : 23
Lokasi : nyungsep di kolong
Registration date : 12.03.09

Character Info
Character Name: Sakurano Himeno
Job: Vampire Hunter
Status Poin: AGI:10; DEX:8; INT:7; STR:10; VIT:5; total:32

Lihat profil user http://neworld.highforum.net/

Kembali Ke Atas Go down

Re: From the Past to the Future ~ Voidy

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik